google.com, pub-7203015954420871, DIRECT, f08c47fec0942fa0
ANTALALAI .COM | ISLAMIC WEB PAGE | IN INDONESIA
quran hadits fiqih tajwid sejarah kisah doa sedekah artikel fadhilah buku





Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

الرَّاحِمُوْنَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَانُ ارْحَمُوْا مَنْ فِي الْأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمآءِ

“Orang-orang yang mempunyai sifat penyayang akan disayang oleh Sang Maha Penyayang. Oleh karena itu, sayangilah yang ada di bumi, niscaya yang di langit akan menyayangi.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi dengan sanad Shahih)

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

مَا رَأَيْتُ أَحَدًا كَانَ أَرْحَمُ بِالْعِيَالِ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Aku tidak melihat seorang yang lebih menyayangi keluarganya daripada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam” (HR. Muslim)

Pendidikan yang ada dalam hadits di atas sangat membekas pada diri para sahabat Nabi shallallahu’alaihi wasallam. Karena, bagi mereka (para sahabat) sifat yang kaku hanya dimiliki oleh orang-orang yang keras hatinya. Diriwayatkan bahwa Umar bin Khattab hendak mempekerjakan salah saorang dari bani Asad. Lalu ia datang untuk melaksanakan tugasnya. Kemudian datang kepada Umarsebagian dari anak-anaknya. Lalu beliau mencium mereka. Berkatalah orang dari Bani Asad itu, “Apakah enkau mencium anak kecil wahai Amirul Mukminin? Demi Allah, sungguh aku tidak pernah mencium anak kecil.” Maka Umar pun berkata. “Engkau termasuk orang yang paling sedikir kasih sayangnya terhadap sesama manusia. Untuk itu, berikan kembali apa yang telah aku tugaskan kepadamu dan janganlah bekerja untukku.”

Sebagaian dari wasiat Nabi Shallahu ‘alaihi wasallah kepada panglimanya adalah

اُغْزُوْا بِاْسمِ الله .... وَلَا تَقْتُلُوا وَلِيْدًا

“Berperanglah dengan menyebut nama Allah dan jangan kalian membunuh anak-anak (HR. Muslim) Dari Ibnu Mas’ud, ia berkata,

اَضْرِبُ غُلَامًا لِي بِالسَّوْطِ فَسَمِعَتُ صَوْتًا مِنْ خَلْفِي فَإِذَا بِرَسُوْلِ اللهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ اِعْلِمْ أَبَا مَسْعُودِ أَنَّ الله أَقْدَرُ عَلَيْكَ مِنْكَ عَلَى هَذَا الْغُلَامِ

“Aku telah memukul anak laki-laki dengan cambuk. Lalu aku mendengar ada suara di belakangku. Ternyata Rasulullah shallallahu’alaihi wasalam, dimana beliau berkata: “Ketahuilah, wahai Ibnu Mas’ud, bahwa Allah lebih kuasa atas dirimu daripada kekuasaanmu atas anak itu”. (HR. Muslim)

Suatu hari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mengunjungi seorang Anshar. Setelah sampai di rumah orang Anshar tersebut, lalu datanglah anak-anak mengelilingi beliau. Maka, Rasulullah pun memanggil, dan menglus kepala-kepala mereka sambil mengucapkan salam untuk mereka (HR Ahmad dalam Musnadnya dan selain dirinya dari sanad shahih).

Dari beberapa hadits di atas kita simpulkan, baw kadar kasih syang Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam terhadap anak-anak sangat tinggi. Alangkah baiknya jika para bapak saat ini mengambil pelajaran dari apa yang dicontohkan oleh Rasulullah melalui hadits tersebut. Yang sangat disayangkan, justru kebanyakan dari bapak-bapak pada sata sekarang ini memperlakukan anak-anaknya dengan bersikap ringan tangan, meskipun karena suatu sebab yang sepele. Bahkan sebagian mereka menghalangi anak-anak untuk bermain, tidak memberikan mereka sedikitpun kebebasan dan selalu menghardik mereka.


CINTA
MENIKAH
KELUARGA
SEJARAH
HARTA
Kehidupan


 Antalalai | Kewajiban Menyayangi Anak