google.com, pub-7203015954420871, DIRECT, f08c47fec0942fa0
ANTALALAI .COM | ISLAMIC WEB PAGE | IN INDONESIA
quran hadits fiqih tajwid sejarah kisah doa sedekah artikel fadhilah buku





Mendidik anak disesuaikan dengan perkembangan usia. Yang harus disadari orang tua adalah bahwa mendidik merupakan aktivitas mentransfer pemahaman. Pemahaman tentang kehidupan dan bagaiaman menjalaninya pemahaman nilah yang kita sampaikan melalui pesan. Pesan bisa verbal bisa juta tidak. Bahkan pesan non verbal biasanya lebih kuat karena pesan ini melalui peneladanan atau contoh yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagaimana Sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam, “seorang anak diaqiqahi pada usia 7 tahun, diberi nama dan dihilangkan darinya penyakit (dicukur rambutnya). Jika sudah berusia 6 tahun dididik adab. Jika sudah berusia sembilan tahun dipisahkan dari tempat tidurnya. Jida sudah berusia 13 tahun dipukul atas meninggalkan kewajiban shalat dan puasa. Maka jika berusia 16 tahun ayahnya menikahkannya dan mengatakan :

“Sungguh aku telah mendidikmu, dan mengajarimu dan menikahkan,u. Dan aku berlindung kepada Allah dari fitnah karenamu di dunia dan siksa karenamu di akhirat” (HR. Ibnu Hibban).

Dalam hadits tersebut, Rasulullah menggambarkan bagaimana mendidik anak sesuai perkembangan usianya adalah suatu keharusan. Mulai lahir hingga menikah. Meskipun perkembangan anak terkait usia bisa berbeda, namun hadits di atas bisa menjadi pedoman bagaiamana orang tua harus mendidik anaknya sesuai dengan perkembangannya. Selain itu juga terkandung pesan untuk orang tua agar mendidk tentang adab. Pemishan tempat tidur pada usia 9 tahun artinya jika anak sudah berusia 9 tahun maka tidak boleh lagi tidur bersama dengan orangtuanya. Juga antara anak perempuan dan laki-laki. Tentu ini disesuai dengan perkembangan anak masa sekarang.

Kemudia tentang pelanggaran karena tidak shalat dan puasa harus dipukul ketika sudah berusia 13 tahun. Atau bahkan pada riwayat lain pada usia 10 tahun. Tentu hal ini tidak menggunakan sandar HAM anak melainkan standar Islam. Hal ini dengan harapan anak akan berkembang menjadi sosok pribadi yang kita harapkan. Yakni sosok yang berkarakter Islam dengan pola pikir dan pola sikap Islami. Karenanya dalam mendidik yang terpenting adalah berkomunikasi. Mengkomunikasikan pesan yang kita kehendaki tentu sesuai dengan perkembangan anak dalam memahaminya. Baik anak sudah bisa merespon atau belum. Baik respon secara verbal maupun non verbal.

Pada anak sebelum lahir, baru lahir, balita hingga sebelum baligh maa lebih banyak menyimpan memori. Baik saat anak sudah merespon maupun belum, baik sudah terjadi komunikasi duarah maupun belum. Yang perlu kita ketahui bersama adalah pada usia tersebut adalah saat yang tepat untuk membentuk pondasi karakter Islam pada anak. Maka pesan aqidah tahud dan ketaatan pada syariat menjadi hal yang utama. Pesan ini mesti diulang-ulang pada setiap kesempatan menurut tahapan perkembangan anak. Ditamahkan penjelasan yagn sesuai dengan tingkat pemahaman mereka. Sesuai dengan perkembangan respon mereka. Dibuktikan dengan pola pikir dan sikap yang mulai terbentuk.

Demikin seterusnya hingga anak siap memasuki gerbang akil baligh yakni remaja. Sebagai manusia sempurna dengan siap menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah SWT. manusia yang amalnya mulai dicatat, pahala dan dosa sudah ditulis. Sudah menjadi tanggung jawab pribadi.

Pendidikan anak dapat dibagi menjadi 4 kelompok:

1. Sejak Anak dalam kandungan

2. Anak usia 0-2 tahun

3. Anak usia 2-7 tahun

4. Anak usia 7 tahun sampai baligh


CINTA
MENIKAH
KELUARGA
SEJARAH
HARTA
Kehidupan


 Antalalai | Pendidikan Sesuai Usia