quran hadits fiqih tajwid sejarah kisah



Bismillah dalam Fatihah


BISMILLAH DALAM FATIHAH

Ada beberapa pendapat mengenai lafal Bismillah dalam surat Fatihah. Perbedaan ini ternyata memang sejak dulu terjadi. Yang dimaksud perbedaan di sini adalah pemahaman tentang apakah Bismillah bagian dari Surat Fatihah atau bukan. Ada beberapa hadits yang menjelaskan tentang Bismillah tersebut. Dan jika diklasifikasikan maka akan terdapat tiga (3) pendapat mengenai lafal Bismillah dalam Fatihah dan hubungannya dengan shalat itu sendiri.

Pendapat Pertama,

Bismillah adalah bagian ayat dari Surat Fatihah, sehingga membacanya adalah WAJIB baik disuarakan dengan lembut maupun dengan keras. Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh An-Nasai, Abi Khuzaimah dan Ibnu Hibban.

صَلَّيْتُ وَرَاءَ أَبِى هُرَيْرَةَ فَقَرَأَ: بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، ثُمَّ قَرَأَ بِأُمِّ الْقُرْآنِ. اْلحَدِيْثَ وَفِى آخِرِهِ قَالَ : وَالَّذِي نَفْسِى بِيَدِهِ إِنِّى لِأشْبَهَكُمْ صَلَاةً بِرَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ.

Shallaitu waraa’a Abi Hurairata faqara’a : Bismillahirrahmanirrahiimi, tsumma qara’a bi ummil qur’aani. Al-hadits wa fii