quran hadits fiqih tajwid sejarah kisah doa sedekah artikel




Ad-Dhahak berkata, "Ada tiga orang yang ditolak," kemudian ia menyebutkan diantaranya, "Seseorang yang tinggal bersama wanita kemudian berzina denganya dan setiap syahwatnya telah terlampiaskan ia berkata, "Ya Allah, ampunilah aku atas apa yang telah kulakukan kepada fulanah". Lalu ALlah SWT berkata kepadanya, "Tinggalkan wanita tersebut, sesungguhnya aku mengampunimu. Namun apabila engkau tetap bersamanya maka Aku tidak mengampunimu". Dan seseorang yang memakan harta orang lain lalu ia berkata, "Ya Allah ampunilah aku atas apa yang kumakan dari harta fulan". Kemudian Allah SWT berkata, "Kembalikan harta-yang engkau maka- kepada meraka maka Aku akan mengampunimu. Namun apabila engkau tidak mengembalikannya maka Aku tidak mengampunimu".

Sebagaimana dikatan bahwa Astaghfirullah makanya: Aku memohon ampunan-Nya, yaitu seperti ucapan, "Ampunilah aku" maka istgihfar yang sempurna dan layak mendapat ampunan ialah yang disertai dengan tidak terus-terusan melakukan-dosanya-lagi, sebagaimana ALlah SWT memuji pelakunya dan menjanjikan ampunan kepadanya.

Imam Hasan Al-Basri ra. berkata, "Barang siapa yang buah istighfarnya bukan rasa manisnya tobat maka ia berdusta dalam beristighfar." Sebagian ulama berkata, "Istighfar kita ini membutuhkan lebih banyak istighfar lagi." Sebagaimana disebutkan dalam salah satu syair mereka :

Beristighfarlah, barang siapa yang melafalkan istighfar lalu melalaikan maknanya, bagaimana ia mengharap doanya dikabulkan, sementara jalan ampunan Allah tertutup dengan doa.












 

Antalalai | Kisah Tiga Orang Yang Ditolah Doanya