ANTALALAI .COM | ISLAMIC WEB PAGE | IN INDONESIA
quran hadits fiqih tajwid sejarah kisah doa sedekah artikel




Al-‘Allamah al-‘Ajluni menyebutkan sebuah kisah yang menunjukkan sikap wara’ Imam al-Bukhari dan jauhny aImam al-Bukari dari tempat-tempat (keadaan-keadaan atau posisi-posisi) yang menimbulkan tuduhan buruk. Adapun kisahnya adalah sebagai berikut :

Bahwasannya Imam al-Bukhari pernah berlayar mengarungi lautan pada masa-masa menuntut ilmu. Saat itu Imam al-Bukhari membawa uang sebanyak 1000 (seribu) dinar. Lalu datanglah kepada beliau seorang lelaki dari kalangan awak kapal. Lelaki tersebut menampakkan rasa suka dan kecintaan terhadap Imam al-Bukhari, lalu bersikap dekat dan duduk membersamai Imam al-Bukhari. Tatkala Imam al-Bukhari melihat kecintaan dan jiwa persahabatan lelaki tersebut, Imam al-Bukhari pun merasa senang berteman dengan lelaki itu dan setelah beberapa kali duduk berbincang bersama, Imam al-Bukhari pun memberitahukan kepada lelali itu tentang uang 1000 (seribu) dinar yang dibawanya.

Pada suatu hari, lelai awak kapal itu terbangun dari tidurnya. Ia mengangis dan meratap seraya merobek-robek pakainnya dan memukul-mukul wajah dan kepala sendiri. Tatkala ornag-orang (yang berada di dalam kapal) melihat keadaan lelaki itu, mereka pun menjadi heran dan bingung, lalu mereka bertanya kepada lelaki itu dengna pertanyaan yang mendesak dan berulang-ulang tentang hal yang menyebabkannya menangis dan meratap seperti itu.

Lalu lelaki itu berkata kepada mereka, "Kantongku yang berisi uang seribu dinar hilang!" (Mendengar alasannya), orang-orang pun melakukan penggeledahan satu persatu terhadap para penumpang kapal. Pada saat penggeledahan sedan gdilakukan (terhadap penumpang lain), Imam al-Bukhari secar sembunyi-sembunyi mengeluarkan kantognnya yang berisi uang 1000 (seribu) dinar, lalu melemparkannya ke laut.

Setelah itu, orang-oarna gmulai menggeledah Imam al-Bukhari, lalu berlanjut kepada penumpang lain hingga penumpang terakhir, tetapi mereka tak menemukan bayang yang merek acari. Akhirnya, para periksa itu kembali kepada lelaki awak kapal (yang mengangis tadi) seraya mencela dan menegurnya dengna teguran yang keras.

Ketika (kapal berlabuh) dan orang-orang turun dari kapal, lelaki itu menghampiri Imam al-Bukhari dan bertanya kepada beliau tentang, "Apa yang diperbuat dengna kantong berisi uang dinar itu?".

Imam al-Bukhari menjawab, "Aku melemparkannya ke laut." Lelaki itu berkata, "Bagaimana kau bisa bersabar atas kehilangan uang yang sangat besar itu?". Maka Imam al-Bukhari berkata kepadanya, "Wahai orang bodoh! Tidak tahukan kau bahwa diriku telah menghabiskan seluruh hidupku untuk mengumpulkan hadis Rasulullah SAW? Dunia telah mengenalku sebagai orang yagn tsiqah (tepercaya), maka bagaimana mungkin aku membiarkan diriku sebagai sasaran tuduhan atas pencurian?

Apakah ad-Durrah atsTsaminah (mutiara berharga; yakni kepercayaan dan keadilan dalam periwayatan hadits) yang telah kucapai dalam hidupku harus kubuang demi mempertahankan dinar-dinar yang bisa dihitung?" – shirah al-Imam al-Bukhari.












 Antalalai | Kisah Sifat Wara Imam Bukhari