quran hadits fiqih tajwid sejarah kisah


Sifat Wara Imam Bukhari

Al-Allamah al-Ajluni menyebutkan sebuah kisah yang menunjukkan sikap wara Imam al-Bukhari dan jauhny aImam al-Bukari dari tempat-tempat (keadaan-keadaan atau posisi-posisi) yang menimbulkan tuduhan buruk. Adapun kisahnya adalah sebagai berikut :

Bahwasannya Imam al-Bukhari pernah berlayar mengarungi lautan pada masa-masa menuntut ilmu. Saat itu Imam al-Bukhari membawa uang sebanyak 1000 (seribu) dinar. Lalu datanglah kepada beliau seorang lelaki dari kalangan awak kapal. Lelaki tersebut menampakkan rasa suka dan kecintaan terhadap Imam al-Bukhari, lalu bersikap dekat dan duduk membersamai Imam al-Bukhari. Tatkala Imam al-Bukhari melihat kecintaan dan jiwa persahabatan lelaki tersebut, Imam al-Bukhari pun merasa senang berteman dengan lelaki itu dan setelah beberapa kali duduk berbincang bersama, Imam al-Bukhari pun memberitahukan kepada lelali itu tentang uang 1000 (seribu) dinar yang dibawanya.

Pada suatu hari, lelai awak kapal itu terbangun dari tidurnya. Ia mengangis dan meratap seraya merobek-robek pakainnya dan memukul-mukul wajah dan kepala sendiri. Tatkala ornag-orang (yang berada di dalam kapal) melihat keadaan lelaki itu, mereka pun menjadi heran dan bingung, lalu mereka bertanya kepada lelaki itu dengna pertanyaan yang mendesak dan berulang-ulang tentang hal yang menyebabkannya menangis dan meratap seperti itu.

Lalu lelaki itu berkata kepada mereka, "Kantongku yang berisi uang seribu dinar hilang!" (Mendengar alasannya), orang-orang pun melakukan penggeledahan satu persatu terhadap para penumpang kapal. Pada saat penggeledahan sedan gdilakukan (terhadap penumpang lain), Imam al-Bukhari secar sembunyi-sembunyi mengeluarkan kantognnya yang berisi uang 1000 (seribu) dinar, lalu melemparkannya ke laut.

Sete