MANFAAT BUAH KURMA­

Ada ketertarikan khusus antara puasa dan buah kurma­, baik kurma­ kering maupun kurma­ basah. Hingga saat ini, setiap musim kurma­ tiba, kaum muslim menyimpandan mengawetkannya untuk dikonsumsi pada bula Ramadhan. Sangat jarang ada rumah kaum muslim yang di dalamnya tidak tersedia kurma­. Diriwayatkan dari Aisyah r.a. bahwa Nabi saw. bersabda, “Rumah yang di dalamnya tersedia buah kurma­ tidak akan kelaparan.” Rasulullah mengatakan kalimat itu dua atau tiga kali. (H.R. Muslim, kitab al-Asyribah, bab Fi Idkhari al-Tamar wa Nahwihi mibn al-Aqwat lil al-Iyal, nomor 3812)

Buah kurma­ memiliki manfaat yang sangat besar bagi manusia. Allah telah menganugerahkan buah itu sebagai nikmat bagi mereka. Dia berfirman, “Dan dari buah kurma­ dan anggur, kamu buat minuman yang memabukkan dan rezeki yang baik. Sungguh di sana benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan.” (QS. Al-Nahl : 67)

Hingga saat ini kurma­ tetap menjadi panganan utama bagi banyak orang. Tak patut kit alupakan mukjizat Ilahi yang dianugerahkan keapda Maryam ketika hendak melahirkan putranya, Isa a.s. Allah memberikan ilmham kepda Siti Maryam a.s. untuk memakan buah kurma­:

“Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma­ itu ke arahmu, iscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma­ yang masak kepadamu. Maka, makan, minum dan senangkanlah hatimu. Jika kau melihat seorang manusia, katakanlah : “Sungguh aku telah bernazar puasa kepada Tuhan Yang Maha Pemurah: aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini.” (Q.S. Maryam : 25 – 26)

Nabi saw. menganjurkan kepada umatnya agar makan buah kurma­ ketika berbuka puasa. Diriwayatkan dari Salman r.a. bahwa Nabi saw. bersabda, “Ketika kalian berbuka puasa, makanlah kurma­. Jika tidak ada, berbukalah dengan minum air, karena air itu suci. (H.R. Abu Dawud, kitab al-Sahum, nomor 2355; al-Tirmidzi, kitab al-Shaum, nomor 695; Ibn Majah kitab al-Shaum, nomor 1699; al-Daruquthni, kitab al-Shaum nomor 1701; Ahmad dalam Musnad-nya, 4/17. Snad hadi ini lemah.

Dan diriwayatkan dari nas bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Jika ada kurma­, maka berbukalah dengannya, dan jika tidak ada maka berbukalah dengan meminum air, karena air itu suci.” (H.R. al-Tirmidzi, kitab al-Shaum, bab Ma Ja’a fi Ma Yustahabbu alayh al-Ifthar, nomor 694.

Ketika berbuka puasa, sudah semestinya setiap muslim mengikuti petunjuk yang disampaikan Nabi Muhammad saw. serta mengikuti pola makan yang dianjurkannya. Sebagaimana diriwayatkan dari Anas, Nabi saw. sendiri mempraktikkan anjurannya itu. Setiap kali berbuka puasa, yang pertama kali beliau makan adalah kurma­ basah. Jika tidak ada, beliau akan makan kurma­ kering, dan jika tiak ada keduanya, beliau berbuka dengan minum air.

Tidak diragukan lagi, terdapat hikmah dan faedah luar biasa pada aturan Nabi saw. yang mengutamakan buah ini sebagai makanan pembuka dibanding makanan lain karena buah kurma­ mengandung manfaat yang sangat besar bagi kesehatan. Manfat itu tetap bisa dirasakan semua orang mesmipun buah itu dimakan di tempa yang auh dari habitat aslinya yakni di kawasan Mediterania.

Memang selama ini kurma­ hanya dapat tumbuh dengan baik di wilayah beriklim panas. Namun, ia bisa menyesuaikan diri di wilayah beriklim sedang dan kering. Pohon kurma­ termasuk tanaman yagn paling kuat bertahan di daerah yang kering sehingga ia bisa tumbuh bahkan di wilyaha yagn sangat tandus sekalipun. Pohon kurma­ banyak tumbuh di kawasan padang sahara – yang saat ini membentang dari wilayah Meuritania di sebelah barat hingga Asia Tengah di timur.