SYARAT WAJIB PUASA

Diantara syarat wajib puasa yaitu :

Pertama, melihat hilal (bulan baru, bulan sabit) ketika memasuki bulan Ramadhan. atau yang sering kita dengar dengan istilah ru'yatul hilal. Apabila langit tertutup mendung, maka bulan Sya'ban disempurnakna menjadi tiga puluh hari. Melihat bulan baru dan menentukan awal Ramadhan haruslah dilakukan oleh seorang ahli yang adil. sedangkan untuk menentukan Hari Raya atau permulaan bulan Syawwal harus didasarkan pada kesaksian dua orang ahli yang adil. Apabila di suatu daerah terlihat dan di daerah lainnya tidak terlihat, maka apabila jarak dua daerah tersebut lebih dari dua mil, daerah yang melihat hilal wajib berpuasa dan daerah yang tidak melihatnya belum diwajibkan berpuasa.

Kedua, berniat akan berpuasa pada esok hari. Mengucapkan niat untuk berpuasa harus dilakukan di malam hari sebelum waktu Imsak datang atau sebelum fajar shiddiq. Berniat satu kali untuk satu bulan tidaklah sah. Niat puasa hanya berlaku untuk satu hari saja. Begitu juga dengan niat setelah fajar shiddiq atau setelah subuh, niat tersebut tidaklah berlaku bagi puasanya. Niat puasa pada siang hari hanya boleh dilakukan jika puasanya adalahpasa Sunnah.

Ketiga, menahan diri untuk tidak memasukkan sesuatu ke dalam lubang tubuh baik itu mulut, hidung, telinga dan lubang-lubang lainnya dengan disengaja. Apabila tidak adanya unsur kesengajaan maka hal itu tidaklah membatalkan puasa. COntoh ketika kita lupa kalau diri kita sedang berpuasa kemudian makan dan minum, maka aktifitas makan dan minum kita tidaklah membatalkan puasa. Atau ketika kita berkumur-kumur atau berwudhu yang secara tidak sengaja air masuk ke dalam tubuh, maka air yang masuk tidaklah membatalkan dengan catatan tidak ada kesengajaan untuk memasukkannya. Jadi, unsur kesengajaan atau tidak kesengajaan itulah yang menjadikan puasa kita batal atau tidak.

Keempat,